HBA Tanamkan Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Tahfidzul Quran Habibillah Batanghari, Perkuat Santri Religius dan Nasionalis

HBA Tanamkan Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Tahfidzul Quran Habibillah Batang Hari. (Doc. Dirgahayu.id)

DIRGAHAYU.ID ,Batang Hari— Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pesantren sebagai fondasi membangun generasi masa depan yang religius sekaligus nasionalis.

Hal itu disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bersama Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Habibillah, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi,kamis (25/12/2025), bertempat di aula pesantren setempat.

Kegiatan yang mengusung tema “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Membangun Bangsa yang Kokoh demi Masa Depan Bangsa” tersebut diikuti sekitar 160 santriwan dan santriwati, majelis guru, serta pengurus Ponpes Tahfidzul Quran Habibillah.

Dalam pemaparannya, HBA menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukanlah konsep yang bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan sejalan dan saling menguatkan, khususnya dalam membentuk karakter santri.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi beriman, berakhlak, dan cinta tanah air. Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sangat selaras dengan nilai-nilai tauhid dan pendidikan Islam,”ujar HBA.

Menurut mantan Gubernur Jambi tersebut, pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila akan melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa keadilan, semangat persatuan, serta kesiapan menjadi pemimpin di tengah masyarakat majemuk.

HBA juga menyoroti pentingnya revitalisasi pemahaman Empat Pilar Kebangsaan di tengah tantangan globalisasi, derasnya arus informasi digital, serta munculnya paham-paham ekstrem yang dapat menggerus persatuan bangsa.

“Santri harus menjadi garda terdepan penjaga persatuan. NKRI adalah kesepakatan luhur para pendiri bangsa, termasuk para ulama. Menjaga keutuhan NKRI adalah bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” tegasnya.

Sosialisasi berlangsung interaktif dan dialogis, dipandu oleh Achmad Loufta Puspita Putra, SH, Tenaga Ahli MPR/DPR RI. Para santri tampak antusias mengikuti diskusi, aktif menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pandangan kritis terkait implementasi Pancasila, demokrasi, persatuan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sejumlah hadiah kepada peserta yang aktif berpartisipasi selama sesi tanya jawab.

Dalam sesi diskusi, HBA menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan berperan penting dalam mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan, karena menanamkan nilai moderasi, musyawarah, keadilan, serta cinta tanah air.

“Radikalisme lahir dari pemahaman sempit. Dengan Empat Pilar, santri diajak berpikir terbuka, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan melalui jalan damai dan konstitusional,”katanya.

Pimpinan dan pengurus Ponpes Tahfidzul Quran Habibillah menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sangat relevan dengan misi pesantren dalam membentuk santri penghafal Al-Qur’an yang berakhlakul karimah, moderat, dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah antara narasumber dan peserta.

Melalui kegiatan ini, HBA berharap pesantren terus menjadi mitra strategis negara dalam menjaga persatuan, menanamkan nilai kebangsaan, dan menyiapkan generasi muda yang mampu merawat Indonesia sebagai bangsa yang besar, adil, dan bermartabat.

“Bangsa Indonesia akan kuat bukan oleh bangsa lain, tetapi oleh generasi mudanya sendiri. Dari pesantren inilah, masa depan Indonesia yang religius dan kokoh itu dibangun,” pungkas HBA.(Hi)

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *