DIRGAHAYU.ID ,Jambi — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI Tahun 2025 di Gedung MUI Provinsi Jambi, Telanaipura, Kota Jambi, Jumat–Sabtu (26–27 Desember 2025).
Musda ini mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kedaulatan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”.
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi dan konsolidasi Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi periode 2020–2025, sekaligus momentum strategis dalam merumuskan arah kepemimpinan dan program MUI ke depan di tengah tantangan keumatan dan kebangsaan yang semakin kompleks.
Musda XI MUI Provinsi Jambi secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Provinsi Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), Ketua MUI Pusat Prof. Dr. H. Utang Ranu Wijaya, MA, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Prof. Armai Afif, MA, Ketua Umum MUI Provinsi Jambi periode 2020–2025 Prof. Dr. H. Hadri Hasan, MA, Sekretaris Umum MUI Provinsi Jambi Drs. H. M. Yusuf Mua’az, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani berharap Musda XI MUI Provinsi Jambi dapat berjalan lancar, dirahmati, dan diberkahi Allah SWT. Ia menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Musda ini diharapkan mampu meluruskan dan memperkuat program kerja MUI ke depan, memperkokoh konsolidasi umat, serta melahirkan langkah-langkah strategis dalam menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan,” ujar Abdullah Sani.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan ulama memiliki posisi sentral di tengah masyarakat. “Jika ulama sampai hilang, maka gelaplah kita. Karena itu, ulama di Provinsi Jambi harus terus menjaga eksistensinya dan hadir di tengah umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Jambi periode 2020–2025, Prof. Hadri Hasan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda XI dengan baik.
“Kami berharap seluruh ikhtiar dan kerja bersama ini menjadi amal jariyah yang mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Wantim MUI Provinsi Jambi, Drs.H.Hasan Basri Agus,MM (HBA) . Ia memberikan apresiasi atas kepemimpinan MUI Provinsi Jambi periode 2020–2025 yang dinilainya telah bekerja dengan sangat baik.
“Kami dari Dewan Pertimbangan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kepemimpinan Ketua MUI beserta seluruh jajaran. Kepengurusan berikutnya nanti akan mengikuti mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan MUI Pusat. Semoga menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi umat,”kata HBA.
Ketua MUI Pusat, Prof. Utang Ranu Wijaya, menegaskan bahwa Musda merupakan ruang lahirnya pemimpin dan program baru yang diharapkan mampu membawa MUI Provinsi Jambi semakin kuat dan relevan.
“Pemimpin MUI harus amanah, mampu bermitra dengan pemerintah, dan hadir sebagai pelayan umat. Posisi MUI sangat strategis sebagai jembatan antara umat dan pemerintah,”tegasnya.
Musda XI MUI Provinsi Jambi ditutup dengan doa bersama, penyerahan Buku Himpunan Fatwa MUI Provinsi Jambi 2012–2025 kepada perwakilan MUI Pusat dan Ketua Wantim MUI Provinsi Jambi, serta sesi foto bersama seluruh peserta dan undangan.(Hi)
