Dirgahayu.id ,jambi – Anggota MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan bahwa ulama memiliki peran strategis sebagai penjaga moral sekaligus perekat persatuan bangsa. Karena itu, Satkar Ulama Partai Golkar Provinsi Jambi diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di tengah kehidupan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Penguatan Peran Nilai-Nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Menjaga Persatuan Bangsa” yang digelar di Resto Kajanglako, Telanaipura, Kota Jambi, pada senin (22/06/2026).
Kegiatan yang dipandu Moderator Drs. M. Rum, MM tersebut juga menghadirkan narasumber Ir. H. Syahrasaddin, M.Si., dan diikuti sekitar 160 peserta yang berasal dari unsur Satkar Ulama Partai Golkar Provinsi Jambi.
Dalam paparannya, HBA menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi sosialisasi, melainkan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga melemahnya semangat persatuan.
Menurut HBA, nilai-nilai Pancasila memiliki keselarasan dengan ajaran Islam. Nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan merupakan prinsip universal yang juga diajarkan dalam Islam sehingga tidak ada pertentangan antara mengamalkan agama dengan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara.
“Umat Islam dapat menjalankan ajaran agamanya secara utuh sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas HBA.
Mantan Gubernur Jambi itu juga mengajak para ulama untuk terus menjadi penyejuk masyarakat melalui dakwah yang moderat, mengedepankan persaudaraan, serta memperkuat semangat kebangsaan.
Menurutnya, ulama memiliki posisi yang sangat penting dalam menyampaikan pesan persatuan melalui pengajian, khutbah, pendidikan, maupun kegiatan sosial sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.
Dalam sesi dialog, peserta mengangkat berbagai persoalan aktual, mulai dari hubungan nilai Pancasila dengan ajaran Islam, peran ulama dalam memperkuat Empat Pilar, menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik, implementasi Bhinneka Tunggal Ika, hingga upaya menghadapi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, HBA menekankan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Persaudaraan, persatuan bangsa, dan kepentingan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan politik sesaat.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya tabayun dalam menerima informasi di era digital agar masyarakat tidak mudah menyebarkan berita bohong yang berpotensi memicu konflik sosial.
Selain itu, HBA menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan salah satu benteng utama dalam mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, nilai kejujuran, tanggung jawab, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan harus diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin serta penegakan hukum yang konsisten.
Dalam forum tersebut, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan kepada MPR RI, di antaranya agar sosialisasi Empat Pilar tidak hanya dilakukan melalui pertemuan seremonial, tetapi dikembangkan menjadi program pembinaan berkelanjutan hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan.
Peserta juga mengusulkan agar materi kebangsaan diintegrasikan dalam kegiatan pengajian, khutbah, pendidikan kader, serta pembinaan umat karena dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Selain itu, peserta berharap Satkar Ulama Partai Golkar Provinsi Jambi dapat memperluas kerja sama dengan pemerintah, pondok pesantren, organisasi keagamaan, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan kebangsaan, membangun moderasi beragama, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menutup kegiatan tersebut, HBA berharap seluruh peserta menjadi agen penggerak dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di tengah masyarakat.
“Empat Pilar MPR RI harus hidup dalam tindakan nyata. Persatuan bangsa hanya dapat terjaga apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda, bersama-sama mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas HBA.***
Di Hadapan Satkar Ulama Golkar Jambi, HBA Serukan Penguatan Empat Pilar demi Menjaga Keutuhan NKRI
22 Jun 2026





