DIRGAHAYU.ID — Tonggak sejarah baru ditorehkan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Jambi. Perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu menggelar wisuda perdana Angkatan I Tahun 2026 di Gedung Maulidia Jambi, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (12/8/2026).
Momen bersejarah tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (HBA), yang juga Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) ITS NU Jambi.
Mengusung tema “Berkarya untuk Negeri, Mengabdi untuk Umat”, wisuda perdana ini menjadi penanda bahwa perjalanan ITS NU Jambi dalam membangun sumber daya manusia tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi diarahkan untuk melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Ketua LPT-PBNU Prof. Ainun Na’im, M.B.A., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah X Taufik, S.Sos., Anggota DPR RI Elpisina, S.Sos., M.Si., Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., M.Si., Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. KH. Umar Yusuf, M.HI., serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengatakan, berdirinya ITS NU Jambi merupakan buah dari cita-cita panjang Nahdlatul Ulama Jambi untuk memiliki perguruan tinggi sendiri.
Menurutnya, gagasan tersebut telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu dan kembali mendapatkan momentum pada periode 2015–2020 hingga akhirnya ITS NU Jambi berdiri di tengah berbagai tantangan, termasuk kebijakan moratorium pendirian universitas.
Dengan kerja keras, kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk PBNU, pemerintah daerah serta masyarakat, ITS NU Jambi akhirnya mampu menyelenggarakan perkuliahan perdana pada 2020.
Saat itu, ITS NU Jambi membuka tiga program studi, yakni Agronomi, Kehutanan dan Sistem Informasi.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa semangat membangun pendidikan tidak pernah surut oleh keadaan,” ujar Abdullah Sani.
Ia juga mengapresiasi perkembangan ITS NU Jambi yang terus memperkuat kurikulum, digitalisasi serta layanan akademik. Seluruh program studi telah memperoleh akreditasi baik, sementara pada 2025 ITS NU Jambi berhasil memperoleh akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat baik sekali.
Capaian tersebut, kata Abdullah Sani, menjadi bukti bahwa ITS NU Jambi telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan memiliki peluang untuk terus meningkatkan kualitas serta daya saingnya.
Bagi Abdullah Sani, wisuda perdana bukan sekadar seremoni akademik. Momentum tersebut merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk memasuki fase pengabdian yang sesungguhnya.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian,” katanya.
Ia berpesan agar para wisudawan mampu menjadikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang terus didorong HBA dalam pengembangan ITS NU Jambi.
HBA menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh civitas akademika ITS NU Jambi atas terselenggaranya wisuda perdana tersebut.
“Selamat dan sukses atas Wisuda ke-1 Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Jambi. Semoga melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual, serta memiliki ilmu yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa yang kita cintai ini,” ujar HBA.
Sebagai Ketua BPP ITS NU Jambi, HBA menilai wisuda perdana menjadi momentum penting dalam perjalanan ITS NU Jambi untuk terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Sementara itu, Rektor ITS NU Jambi Prof. Dr. H. Bahrul Ulum, MA., menyebut wisuda perdana merupakan momentum bersejarah bagi ITS NU Jambi sekaligus bagi Nahdlatul Ulama di Jambi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya ditandai dengan selesainya proses pendidikan mahasiswa angkatan pertama, tetapi juga menjadi bukti bahwa ITS NU Jambi mulai melahirkan sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, profesionalisme dan akhlakul karimah.
Ia berharap para lulusan mampu mengambil peran dalam pembangunan agama, bangsa dan negara.
“Ini bukan akhir dari perjuangan. Ini adalah awal bagi saudara-saudara untuk menunjukkan peran aktif di masyarakat,” kata Bahrul Ulum.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Perubahan zaman, menurutnya, menuntut setiap lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui cara berpikir.
“Teruslah menuntut ilmu, teruslah belajar, jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.
Pesan penuh haru juga disampaikan Muhammad Fathoni, perwakilan wisudawan. Ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen, keluarga dan terutama orang tua yang telah memberikan dukungan, doa, pengorbanan dan kepercayaan hingga para mahasiswa ITS NU Jambi berhasil mencapai wisuda perdana.
Menurut Fathoni, gelar yang mereka sandang bukan hanya milik para wisudawan, tetapi juga menjadi persembahan bagi orang tua yang selama ini berjuang mengantarkan mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi.
“Tanpa pengorbanan, dukungan dan cinta kalian, kami bukanlah siapa-siapa,” ucapnya.
Wisuda perdana ITS NU Jambi akhirnya tidak hanya menjadi catatan penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi, tetapi juga menjadi awal lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu membawa ilmu dari ruang kuliah ke tengah masyarakat.
Dengan semangat berkarya untuk negeri dan mengabdi untuk umat, para wisudawan ITS NU Jambi kini dihadapkan pada tantangan baru: membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar tentang gelar, melainkan tentang seberapa besar ilmu dapat memberi manfaat.(Hi)






