HBA Dorong Penguatan BAZNAS Jambi, Regulasi Zakat hingga Program Pemberdayaan Jadi Prioritas

Redaksi

3 Agu 2026

HBA melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun Sidang 2026–2027 bersama Baznas Provinsi Jambi. (Doc. Dirgahayu.id)

DIRGAHAYU.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (HBA), menegaskan komitmennya memperjuangkan penguatan tata kelola zakat dan program pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jambi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Komitmen tersebut disampaikan HBA saat melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun Sidang 2026–2027 yang dirangkai dengan monitoring dan rapat koordinasi bersama BAZNAS Provinsi Jambi di Aula Kantor BAZNAS Provinsi Jambi, Senin (3/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, HBA didampingi para Tenaga Ahli DPR RI dan disambut langsung Ketua BAZNAS Provinsi Jambi Ustadz Muhammad Amin, S.K.M., M.Kes, Wakil Ketua I Dr. H. Muslim H.U., M.Pd, Wakil Ketua II Drs. Sobri A., M.Ag, Wakil Ketua III Sri Wahyu, M.Pd, Wakil Ketua IV Hariyanto, C.Med., M.H, beserta jajaran staf BAZNAS.
Kegiatan yang dipandu Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI, Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, berlangsung interaktif. Seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi menyampaikan capaian kinerja Semester I Tahun 2026, sekaligus berbagai usulan strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, HBA menjelaskan bahwa reses tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI untuk menyerap aspirasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap mitra kerja Komisi VIII DPR RI.
“Hari ini saya melaksanakan reses di BAZNAS Provinsi Jambi sebagai mitra kerja Komisi VIII DPR RI. Selain menyerap aspirasi, kami juga melakukan monitoring dan rapat koordinasi terkait pencapaian Semester I Tahun 2026,” ujar HBA.
Menurut mantan Gubernur Jambi itu, potensi zakat di Provinsi Jambi masih sangat besar dan perlu didukung melalui regulasi yang kuat, kolaborasi lintas lembaga, serta dukungan pemerintah daerah agar penghimpunan zakat semakin optimal.
Ia menilai keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari besarnya penghimpunan dana, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
HBA juga mengapresiasi berbagai inovasi BAZNAS Provinsi Jambi, seperti program Balai Ternak, BAZNAS Microfinance Pasar, Rumah Sehat, bantuan pendidikan, beasiswa mahasiswa, bantuan santri tahfiz, penanganan stunting, hingga pemberdayaan pelaku UMKM dan kelompok usaha perempuan.
Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, HBA menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan pembahasan bersama BAZNAS RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Nantinya seluruh usulan dan masukan ini akan saya teruskan kepada BAZNAS RI pada saat Rapat Dengar Pendapat. Apa yang menjadi kebutuhan BAZNAS Provinsi Jambi akan kami perjuangkan,” tegas Ketua Kelompok Fraksi Partai Golkar Komisi VIII DPR RI itu.
HBA juga mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh kuota program aspirasi sekitar Rp1,5 miliar yang akan diarahkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui BAZNAS, termasuk bantuan ambulans, penguatan pondok pesantren, yayasan keagamaan, hingga program ekonomi produktif.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jambi, Ustadz Muhammad Amin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja HBA yang dinilai menjadi bentuk nyata perhatian DPR RI terhadap penguatan pengelolaan zakat di daerah.
Ia berharap dukungan HBA dapat mendorong lahirnya regulasi yang lebih kuat, baik melalui Peraturan Daerah maupun kebijakan pemerintah, sehingga potensi zakat di Jambi dapat tergarap secara maksimal.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan reses Bapak HBA. Kami berharap adanya dukungan regulasi yang semakin kuat agar pengelolaan zakat memiliki daya ungkit besar terhadap penghimpunan zakat dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Amin.
Dalam pemaparannya, BAZNAS Provinsi Jambi melaporkan hingga Semester I Tahun 2026 telah berhasil menghimpun dana lebih dari Rp22,48 miliar atau mencapai 112,42 persen dari target yang ditetapkan BAZNAS RI sebesar Rp20 miliar.
Dana tersebut berasal dari zakat, infak, sedekah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), termasuk dana kurban, dan telah disalurkan sebesar Rp20,67 miliar atau sekitar 92,1 persen kepada 73.180 penerima manfaat melalui lima program unggulan, yakni Jambi Peduli, Jambi Taqwa, Jambi Sehat, Jambi Cerdas, dan Jambi Sejahtera.
Selain menyampaikan capaian kinerja, BAZNAS Provinsi Jambi juga memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dikembangkan, seperti pembangunan Balai Ternak seluas 2,6 hektare, program BAZNAS Microfinance Pasar untuk memutus mata rantai rentenir, penguatan kelompok usaha perempuan, pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian dan perikanan, hingga revitalisasi kawasan Pasar Angso Duo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan sejumlah harapan kepada HBA, di antaranya dukungan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, penguatan regulasi daerah, optimalisasi penghimpunan zakat sektor strategis, sinkronisasi kebijakan zakat dan perpajakan, serta penguatan kemitraan antara BAZNAS RI, DPR RI, dan Pemerintah Daerah.
Menutup kegiatan, HBA menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterimanya akan menjadi dasar perjuangan di Senayan agar program-program sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi umat di Provinsi Jambi memperoleh perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat pembangunan sosial keagamaan di Provinsi Jambi,” pungkas HBA. (Hi)

Author Image

Author

Redaksi

Tinggalkan komentar

iklan affiliate