DIRGAHAYU.ID ,Jambi — Upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan di Provinsi Jambi kembali mendapat dukungan kuat dari sektor industri.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) PetroChina International Jabung Ltd menjadi penggerak utama terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang berlangsung pada 1–10 Desember 2025 di BPMP Provinsi Jambi, Telanaipura.
Sebanyak 59 peserta dari Tanjab Barat dan 29 dari Tanjab Timur-secara resmi menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan pada Rabu (10/12/2025).
Program ini merupakan hasil kolaborasi LPPM Universitas Jambi, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi, serta PetroChina sebagai mitra utama pendukung anggaran dan fasilitasi.
Perwakilan peserta, Tedy Alamsyah Annury, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas pelatihan yang dinilai memberi pengalaman komprehensif-mulai dari diskusi, studi kasus, simulasi, hingga praktik penyusunan program sekolah.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang tanggung jawab moral seorang kepala sekolah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif. Kehangatan para fasilitator, mentor, serta pelayanan panitia membuat kami merasa seperti di rumah,” ujarnya.
Tedy juga menekankan pentingnya pendampingan pasca pelatihan agar implementasi di sekolah berjalan terarah dan berkelanjutan. Ia turut memberikan apresiasi khusus kepada PetroChina.
“Dukungan CSR PetroChina sangat berarti. Kami berharap kolaborasi dunia industri dan pendidikan seperti ini semakin kuat.”
Peserta lain, Merry dari SMPN 8 Tanjab Barat, menilai pelatihan ini sangat relevan bagi guru yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin satuan pendidikan.

“Kami belajar langsung dari kepala sekolah mentor tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap kepada guru dan murid. Semoga ilmu ini melahirkan kepala sekolah yang benar-benar mampu memajukan sekolah.”
Dalam sambutan perwakilan PetroChina, Adrian Wibisono, ditegaskan bahwa program ini bukan hanya kegiatan formal, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin pendidikan yang tangguh.

“Apa yang Anda dapatkan selama 10 hari ini melampaui selembar sertifikat. Anda dibekali kemampuan merancang visi, mengelola sumber daya, dan menggerakkan guru agar semangat belajar tetap membara,” ujarnya.
Adrian juga menekankan pentingnya jejaring intelektual antar peserta.
“Jangan biarkan api yang membara ini padam. Terus berkomunikasi, saling belajar, dan menjaga kolaborasi.”
Ia memastikan PetroChina berkomitmen melanjutkan dukungan pada 2026, bahkan mendorong agar jumlah peserta minimal setara dengan tahun ini.
Menurutnya, fokus CSR PetroChina tahun ini diarahkan pada peningkatan kapasitas guru dan sekolah, karena dampaknya jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi ekosistem pendidikan.
Sekretaris LPPM Universitas Jambi, Dr. Marzul, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahap awal perjalanan profesional para calon kepala sekolah.

“Pelatihan ini menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan. Kami berharap apa yang dipelajari dapat diterapkan sebelum benar-benar memimpin sekolah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung ragam gaya kepemimpinan yang dapat muncul tergantung konteks sekolah masing-masing, mulai dari otoriter, demokratis, hingga transformasional.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Bupati Tanjab Timur melalui Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur, Syafaruddin, S.IP.
Syafaruddin menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting karena terdapat 84 Plt kepala sekolah di Tanjab Timur yang belum dapat didefinitifkan akibat belum memiliki sertifikat calon kepala sekolah.
“Pelatihan seperti ini harus berlanjut, karena menjadi salah satu syarat utama pengangkatan kepala sekolah sesuai Permendiknas. Kami memastikan peserta yang lulus akan menjadi prioritas untuk dilantik,”tegasnya.
Ia sekaligus menyampaikan permintaan resmi kepada PetroChina agar program ini terus mendapat dukungan CSR pada tahun depan.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan tanda peserta, doa, serta sesi foto bersama.


Meski pelatihan usai, semangat dan komitmen untuk menghadirkan kepala sekolah yang profesional dan berintegritas tampak menjadi energi baru bagi seluruh peserta.
PetroChina, melalui kolaborasi strategisnya, kembali menunjukkan bahwa kontribusi dunia industri mampu memberi dampak nyata bagi masa depan pendidikan daerah.(Hi)
