DIRGAHAYU.ID ,Merangin — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai benteng moral, ideologis, dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah derasnya tantangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Darul Islah Syarbaini, Desa Koto Rayo, Dusun Sungai Abu, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Senin (22/12/2025).
Mengusung tema “MPR RI Bersama HBA Membangun Bangsa yang Kokoh Demi Anak Cucu”, kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta, terdiri atas santriwan-santriwati, pimpinan pondok, para pengasuh, serta tenaga pendidik.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI. Materi Empat Pilar—Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945—disampaikan secara interaktif dan edukatif. Suasana berlangsung hangat dan dinamis, ditandai dengan antusiasme santri dalam berdialog serta menjawab pertanyaan, yang diselingi pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Dalam sambutannya, HBA menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus ditanamkan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.
Ia sekaligus meluruskan stigma keliru yang masih melekat di sebagian masyarakat yang menganggap pesantren sebagai tempat tumbuhnya paham ekstremisme.
“Ada anggapan pondok pesantren menjadi tempat tumbuhnya ekstremisme. Ini perlu diluruskan. Hari ini saya hadir langsung di Ponpes Darul Islah Syarbaini, dan kita semua bisa melihat bagaimana para santri di sini sangat memahami Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Pesantren justru benteng moral dan kebangsaan,” tegas HBA.
Lebih jauh, senator asal Jambi tersebut memotivasi para santri agar berani bermimpi besar dan tidak merasa rendah diri dalam meraih cita-cita.
“Santri bisa jadi gubernur, bupati, bahkan anggota DPR RI. Jangan pernah minder. Asal mau berjuang, gigih, bertekad kuat, dan belajar dengan sungguh-sungguh, semua bisa dicapai,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Islah Syarbaini, Ustadz Syarbaini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan HBA yang telah menjadikan ponpes tersebut sebagai lokasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Kami berharap khususnya para santri Ponpes Darul Islah Syarbaini dan umumnya masyarakat luas senantiasa berpegang teguh pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 agar kita bisa saling mendorong dan membantu satu sama lain,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari peserta. Ibnu Affan, salah satu santri, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.
“Alhamdulillah wa syukurillah, melalui kegiatan Empat Pilar bersama Pak HBA ini kami semakin memahami Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini,”katanya.
Sebagai informasi, Pondok Pesantren Darul Islah Syarbaini berdiri pada 2021 dan saat ini membina sekitar 85 santri, mayoritas berasal dari Ladang Panjang, Tabir Ulu, serta desa-desa di sekitar Kecamatan Tabir. Dengan luas lahan mencapai 1 hektare, ponpes ini fokus pada pembelajaran Kitab Kuning serta penguatan pendidikan karakter Islam.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi santri yang religius, nasionalis, toleran, dan siap mengambil peran sebagai pemimpin bangsa di masa depan.(Hi)
