DIRGAHAYU.ID , Merangin – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi Partai Golkar Dapil Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bersama santri Pondok Pesantren Saadatul Mutaqqin, Desa Bakung ,Muaro Sebo Jambi , Minggu (14/12/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Saadatul Mutaqqin tersebut mengusung tema “Revitalisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi Santri” dan diikuti oleh 160 peserta yang terdiri atas santriwan, santriwati, majelis guru, pimpinan pondok pesantren, serta pengurus Pondok Pesantren Saadatul Mutaqqin.
Dalam pemaparannya, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) , menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan-Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika-merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia dan harus terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya santri di lingkungan pesantren.
Menurut HBA, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan memiliki korelasi yang kuat dengan ajaran Islam. Nilai Ketuhanan sejalan dengan tauhid, nilai kemanusiaan dan keadilan sejalan dengan akhlak Islam, nilai persatuan sejalan dengan ukhuwah, serta nilai musyawarah sejalan dengan prinsip syura. Oleh karena itu, penguatan nilai kebangsaan di pesantren tidak bertentangan dengan pendidikan keagamaan, melainkan saling menguatkan.
HBA juga menyoroti tantangan kebangsaan di era globalisasi dan digitalisasi, di mana derasnya arus informasi berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda. Ia menekankan pentingnya revitalisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai benteng ideologis untuk mencegah berkembangnya sikap intoleransi, radikalisme, serta disintegrasi bangsa.
“Santri tidak hanya dipersiapkan menjadi pribadi yang taat beragama, tetapi juga sebagai warga negara yang memiliki tanggung jawab kebangsaan. Melalui penguatan Empat Pilar Kebangsaan, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang religius, nasionalis, moderat, dan berakhlak mulia,”ujar HBA.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dipandu oleh M. Rum, SE, MM, Tenaga Ahli MPR/DPR RI, dan berlangsung secara interaktif dan dialogis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pandangan mengenai nilai persatuan, toleransi, dan peran santri dalam menjaga keutuhan NKRI. Sejumlah hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta.
Lebih lanjut, HBA menegaskan peran strategis Pondok Pesantren Saadatul Mutaqqin sebagai pembinaan moral dan sosial masyarakat di Kabupaten Merangin. Melalui santri dan alumninya, pesantren diharapkan dapat menjadi agen perdamaian serta penyejuk kehidupan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah antara narasumber dan peserta.
Melalui kegiatan ini, Anggota MPR RI Drs. H. Hasan Basri Agus, MM berharap pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di kalangan santri Pondok Pesantren Saadatul Mutaqqin semakin kuat, sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan, keutuhan, dan keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Hi)
