DIRGAHAYU.ID , Sarolangun — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai garda ideologis bangsa dalam menjaga persatuan nasional melalui penguatan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Institut Darul Ulum Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, yang berlangsung di Aula Institut Darul Ulum, Selasa (23/12/2025).
Mengusung tema “Penguatan Empat Pilar Kebangsaan: Peran Strategis Mahasiswa dalam Penguatan Empat Pilar”, kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari pimpinan Yayasan Darul Ulum, staf dosen, serta mahasiswa dan mahasiswi Institut Darul Ulum.
Dalam paparannya, HBA menekankan bahwa keberagaman Indonesia hanya dapat dirawat apabila generasi mudanya memiliki pemahaman ideologis dan konstitusional yang kuat. Empat Pilar Kebangsaan-Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika-menurutnya, bukan sekadar konsep normatif, tetapi nilai hidup yang harus diinternalisasi dalam sikap, perilaku, dan kepemimpinan mahasiswa.
“Mahasiswa perguruan tinggi Islam memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka tidak hanya disiapkan menjadi insan religius, tetapi juga calon pemimpin umat dan bangsa yang harus mampu menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan kebangsaan,”ujar HBA.
HBA juga menegaskan bahwa Institut Darul Ulum Desa Tanjung memiliki peran penting sebagai pusat pembentukan karakter mahasiswa yang berakhlak, moderat, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, khususnya di wilayah Kabupaten Sarolangun yang menjunjung nilai religius dan kearifan lokal.
Sosialisasi ini turut menghadirkan Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI, sebagai narasumber, serta dimoderatori secara interaktif oleh Drs. M. Rum, MM, Tenaga Ahli MPR/DPR RI.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait peran Empat Pilar dalam menghadapi tantangan radikalisme, intoleransi, dan disrupsi ideologi di era global dan digital.
Sejumlah mahasiswa menanyakan peran konkret generasi muda perguruan tinggi Islam dalam mengimplementasikan Empat Pilar di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, HBA mendorong mahasiswa untuk tampil sebagai agen perubahan, teladan moral, serta juru dakwah kebangsaan yang menyejukkan.
“Mahasiswa harus menjadi benteng ideologis bangsa-menolak paham ekstremisme, menjaga harmoni sosial, dan menghadirkan Islam yang damai, inklusif, serta sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,”tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang penyerapan aspirasi sivitas akademika Institut Darul Ulum terkait penguatan kurikulum kebangsaan yang kontekstual dan integratif dengan nilai keislaman. Mahasiswa didorong untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan, ketahanan sosial desa, serta mendukung pembangunan daerah secara konstruktif.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan doa bersama, sesi foto, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah antara narasumber, pimpinan Yayasan Darul Ulum, dosen, dan mahasiswa Institut Darul Ulum Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun.
Melalui kegiatan ini, HBA berharap Institut Darul Ulum Desa Tanjung terus menjadi pilar pendidikan Islam yang melahirkan generasi intelektual muda yang religius, nasionalis, dan berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(Hi)
