HBA Tegaskan Peran Strategis Pesantren, Ponpes Modern Al-Kinanah Jadi Model Internalisasi Empat Pilar Kebangsaan

HBA Gelar Kegiatan Empat Pilar Kebangsaan Ponpes Modern Al-Kinanah . (Doc. Dirgahayu.id)

DIRGAHAYU.ID ,Jambi – Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan peran strategis pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Pondok Pesantren Modern Al-Kinanah, di Aula Ponpes Modern Al-Kinanah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan bertema “Internalisasi Empat Pilar Kebangsaan” tersebut diikuti 160 peserta, terdiri dari pimpinan yayasan, majelis guru, serta santriwan dan santriwati Ponpes Modern Al-Kinanah.

Sosialisasi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan antusiasme tinggi peserta dalam memahami relasi nilai keagamaan dan kebangsaan.

HBA menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan-Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,NKRI dan UUD 1945,bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup berbangsa yang harus diinternalisasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan.

“Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai religius yang kuat harus berjalan seiring dengan kesadaran kebangsaan. Agama dan nasionalisme bukan dua hal yang bertentangan, tetapi justru saling menguatkan dalam bingkai konstitusi,”tegas HBA.

Dalam kegiatan tersebut, HBA juga memaparkan makalah berjudul “Internalisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Pondok Pesantren Modern Al-Kinanah Jambi: Dinamika Integrasi Nilai Religius-Nasionalis dalam Bingkai Konstitusional.” Ia menekankan bahwa pesantren merupakan benteng ideologis bangsa di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, serta masuknya paham-paham ekstrem.

Sosialisasi ini menghadirkan Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI sebagai narasumber, dengan moderator Drs. M. Rum, MM, Tenaga Ahli MPR/DPR RI. Diskusi berlangsung hidup, dengan santri aktif mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari peran pesantren dalam menangkal radikalisme, relevansi Pancasila dengan ajaran Islam, hingga praktik moderasi beragama dalam masyarakat majemuk.

Menurut HBA, Pondok Pesantren Modern Al-Kinanah Jambi telah menunjukkan praktik baik dalam menginternalisasikan Empat Pilar Kebangsaan melalui integrasi kurikulum, pembiasaan budaya pesantren, keteladanan pimpinan dan pendidik, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan diskusi kebangsaan.

“Apa yang dilakukan Ponpes Al-Kinanah patut menjadi contoh. Internalisasi nilai kebangsaan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dipraktikkan dalam budaya dan kehidupan pesantren sehari-hari,” ujarnya.

HBA juga mendorong agar ke depan pesantren semakin memperkuat literasi digital kebangsaan, membangun sistem evaluasi yang terukur, serta melembagakan pendidikan Empat Pilar agar tidak bergantung pada figur semata.

Melalui kegiatan ini, HBA berharap pesantren terus menjadi agen pemersatu bangsa, pusat pendidikan karakter, serta garda terdepan dalam menjaga harmoni antara agama dan negara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Hi)

Foto Konsumsi

 

Foto Peserta
Foto Spanduk

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *