Di Ponpes Daarul Huffaazh Jambi, HBA Terangkan Bhinneka Tunggal Ika Fondasi Persatuan Bangsa

HBA Menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Daarul Huffaazh Jambi. (Doc. Dirgahayu.id)

DIRGAHAYU.ID ,Jambi — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan pentingnya penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan bangsa di tengah masyarakat yang kian majemuk dan dinamis.

Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara bersama Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Jambi, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ponpes Daarul Huffaazh Jambi, Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi itu, mengangkat tema “Penguatan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara: Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Keberagaman.”Sebanyak 160 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pimpinan yayasan, majelis guru, serta santriwan dan santriwati Ponpes Daarul Huffaazh Jambi.

Dalam paparannya, HBA menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Keberagaman tersebut, kata dia, merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan dikelola secara bijak agar tidak berubah menjadi sumber konflik.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, melainkan nilai hidup yang harus diinternalisasi dalam keseharian. Perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi kekuatan jika dikelola dalam semangat persatuan,”ujar HBA.

Menurut HBA, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara—Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika , NKRI dan UUD 1945, merupakan konsensus nasional yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keempatnya menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa, terlebih di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, serta meningkatnya polarisasi sosial.

HBA juga menyoroti peran strategis pondok pesantren sebagai benteng moral dan pusat pendidikan karakter bangsa. Ia menilai pesantren memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai moderasi beragama, toleransi, serta semangat kebangsaan kepada generasi muda.

“Pesantren adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Di sinilah Pancasila, nilai keagamaan, dan semangat kebhinekaan bertemu dan saling menguatkan,” tegasnya.

Sosialisasi Empat Pilar ini turut menghadirkan Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI, sebagai narasumber, dengan Drs. M. Rum, MM, Tenaga Ahli MPR/DPR RI, bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, ditandai dengan antusiasme para santri yang aktif mengajukan pertanyaan kritis.

Beragam isu strategis mengemuka dalam dialog tersebut, mulai dari peran konkret pesantren dalam menangkal paham radikalisme, hubungan nilai-nilai agama dengan Pancasila, hingga implementasi moderasi berbangsa dalam kehidupan sosial yang plural.

Dalam sesi tanya jawab, HBA menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar masih sangat relevan hingga saat ini. Ia menilai tantangan terbesar bangsa saat ini adalah melemahnya solidaritas sosial akibat eksklusivisme, maraknya disinformasi di ruang digital, serta rendahnya literasi kebangsaan.

“Empat Pilar harus dihadirkan tidak hanya dalam wacana, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui pendidikan, keteladanan pemimpin, dan pemanfaatan media digital secara positif,”katanya.

Lebih lanjut, HBA berharap sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membentuk sikap dan perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan keadilan sosial.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat, khususnya kalangan pesantren, dalam menyerap aspirasi serta memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan terselenggaranya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Jambi, HBA berharap nilai-nilai kebangsaan semakin membumi di lingkungan pesantren dan menjadi bekal generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah keberagaman.(Hi)

Foto Konsumsi
Foto Peserta
Foto Spanduk

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *