HBA Ajak Santri Ponpes Darul Muhtadin Jadi Garda Depan Penangkal Intoleransi Bangsa

HBA Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama Ponpes Darul Muhtadin. (Doc. Dirgahayu.id)

DIRGAHAYU.ID ,Kota Jambi — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan bangsa dan menangkal paham intoleransi melalui pengamalan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Penegasan tersebut disampaikan HBA saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Pondok Pesantren Darul Muhtadin, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, yang berlangsung di Aula Ponpes Darul Muhtadin, sabtu (27/12/2025).

Mengusung tema “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Mencegah Paham Intoleransi dalam Berbangsa”, kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, majelis guru, serta santriwan dan santriwati Ponpes Darul Muhtadin.

Dalam paparannya, HBA menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk membutuhkan fondasi ideologis yang kokoh agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik. Empat Pilar Kebangsaan-Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika-menjadi penopang utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman.

“Bangsa Indonesia akan besar dan kuat bukan oleh bangsa lain, tetapi oleh bangsa Indonesia sendiri. Namun bangsa ini juga bisa pecah bukan oleh pihak luar, melainkan oleh kita sendiri jika nilai-nilai kebangsaan ditinggalkan,” tegas HBA.

HBA juga menyoroti peran strategis lembaga pendidikan, khususnya pesantren, dalam menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan. Menurutnya, pesantren memiliki posisi penting sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda yang religius sekaligus nasionalis.

Sosialisasi ini turut menghadirkan Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Tenaga Ahli Utama MPR/DPR RI, sebagai narasumber, serta dipandu secara interaktif oleh Drs. M. Rum, MM, Tenaga Ahli MPR/DPR RI. Diskusi berlangsung dinamis, dengan para santri aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan kritis terkait relevansi Empat Pilar dalam menghadapi isu intoleransi, radikalisme, dan tantangan era digital.

Sejumlah santri menanyakan peran konkret generasi muda pesantren dalam mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan. Menanggapi hal tersebut, HBA mendorong santri untuk menjadi agen perubahan, teladan toleransi, serta duta nilai kebangsaan baik di lingkungan pesantren, masyarakat, maupun ruang digital.

“Santri harus hadir sebagai penyejuk, penolak ujaran kebencian, dan pelopor dialog lintas perbedaan. Di situlah Empat Pilar benar-benar hidup,” ujar HBA.

Kegiatan ini juga menjadi ruang penyerapan aspirasi masyarakat pesantren terkait penguatan pendidikan karakter dan kebangsaan. Peserta mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan aplikatif.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan doa bersama, sesi foto, penyerahan uang transport resmi dari negara, serta ramah tamah antara narasumber, pimpinan Ponpes Darul Muhtadin, dan para santri.

Melalui kegiatan ini, HBA berharap Ponpes Darul Muhtadin Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, dapat terus menjadi benteng moral dan kebangsaan, sekaligus melahirkan generasi santri yang religius, toleran, dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI.(Hi)

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *