DIRGAHAYU.ID – Suasana haru, khidmat, dan penuh rasa syukur mewarnai Tasyakuran Wisuda Tahfidz 30 Juz Bil Ghoib Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean dan Ummahatul Mukminin Al Hasanah yang digelar di Lorong Haji Ibrahim, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (1/8/2026).
Momentum bersejarah tersebut dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Ketua Yayasan Pondok Pesantren Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (HBA), Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, perwakilan Kapolda Jambi, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. KH. M. Umar Yusuf, M.HI., Rektor ITS NU Jambi Prof. Dr. H. Bahrul Ulum, M.Ag., Ketua DMI Provinsi Jambi Ir. H. M. Haviz Husaini, M.M., Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi Drs. Amrulsyah, M.M., perwakilan Bank 9 Jambi, Kapolresta Jambi, penceramah nasional Habib Ahmad Al Habsyi, para tokoh agama, serta ratusan wali santri.
Rangkaian acara berlangsung khidmat diawali dengan prosesi Khatmil Al-Qur’an, dilanjutkan ceramah agama oleh Habib Ahmad Al Habsyi, doa bersama, ramah tamah, hingga penutupan.
Pada kesempatan itu, Gubernur Al Haris turut meresmikan Santri Mark, sebuah fasilitas yang diharapkan menjadi pusat penguatan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ekosistem pendidikan dan pemberdayaan di lingkungan pondok pesantren.
Dalam sambutannya, Al Haris mengaku bangga atas keberhasilan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean dan Ummahatul Mukminin Al Hasanah melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Menurutnya, para hafiz Al-Qur’an memiliki masa depan yang cerah karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, masjid, pesantren, hingga lembaga pendidikan, bahkan memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Ini sangat membanggakan. Anak-anak yang hafal Al-Qur’an 30 juz memiliki masa depan yang baik. Saya yakin mereka tidak akan kesulitan mencari jalan hidup karena banyak masjid, pesantren hingga yayasan yang membutuhkan hafiz Al-Qur’an. Bahkan mereka juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujar Al Haris.
Ia menilai keberhasilan mencetak hafiz Al-Qur’an merupakan buah dari dedikasi para pengasuh dan tenaga pendidik yang dengan penuh kesabaran membimbing para santri hingga mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an secara sempurna.
“Saya terharu dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina pondok yang telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak Jambi. Ini merupakan investasi besar untuk masa depan daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren, HBA, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar prosesi wisuda tahfidz, melainkan momentum memperkuat peran pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan mandiri.
Ia menjelaskan, selain wisuda santri putra dan putri, pondok pesantren juga meluncurkan SMA Al-Amum serta menghadirkan berbagai program pengembangan yang berorientasi pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi pesantren.
HBA turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Al Haris atas dukungan yang terus diberikan kepada dunia pendidikan Islam di Provinsi Jambi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah hadir dan memberikan dukungan. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren,” ujar HBA.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean dan Ummahatul Mukminin Al Hasanah, KH. Nasir Muhammad, menjelaskan bahwa wisuda tahun ini merupakan angkatan ke-10 bagi santri penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Ia menyebutkan, prosesi wisuda dibagi dalam dua sesi, yakni wisuda santri putra pada pagi hari dan santri putri pada siang hari yang turut dihadiri Ibu Gubernur Jambi.
Menurutnya, seluruh wisudawan telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghoib dan menjalani ujian berat dengan membacakan hafalan secara berurutan dalam satu kali duduk mulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.
Tidak hanya menguasai hafalan Al-Qur’an, para santri juga telah mengkhatamkan berbagai kitab kuning mu’tabarah seperti Alfiyah Ibnu Malik, Ihya Ulumuddin, dan Fathul Mu’in, sebagai bekal memperdalam ilmu-ilmu keislaman.
KH. Nasir Muhammad menegaskan, pesantren akan terus mengembangkan pendidikan yang menyeimbangkan kekuatan hafalan Al-Qur’an, penguasaan kitab kuning, serta berbagai program inovatif guna mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
Tasyakuran wisuda ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Tangis haru para orang tua tak terbendung saat menyaksikan putra-putri mereka dinyatakan lulus sebagai hafiz dan hafizah 30 juz. Momen itu menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam melahirkan generasi Qurani sekaligus memperkuat kontribusinya bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Jambi.(Hi)
HBA dan Gubernur Al Haris Lepas Wisudawan Tahfidz 30 Juz, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani Jambi
1 Agu 2026






